Makalah
Sistem Informasi Akuntansi
Siklus
Pengeluaran
Diajukan
Sebagai Tugas Sistem Informasi Akuntansi

Disusun
Oleh:
Ayunda
Rahma (142130193)
Illa
susilawati (142130194)
Ary
Pratama Yudhistira (142130217)
Fitra
Ramadhan Nugraha (142130232)
Aisah
Primadila (142130236)
FAKULTAS
EKONOMI
JURUSAN
AKUNTANSI
UNIVERSITAS
PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2013
Kata
Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Siklus Pendapatan”.
Makalah ini berisikan informasi tentang siklus pendapatan yang terkait dengan penjualan dan penagihan, kami harapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua, tentang hal - hal mengenai siklus pendapatan, seperti aktivitas bisnis, penagihan piutang usaha, penilaian kinerja, dan sebagainya.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
BAB
I
Pendahuluan
Latar Belakang
Aktivitas kita sehari – hari tidak lepas dengan kegiatan
– kegiatan yang berkaitan dengan perekonomian, seperti layaknya jual beli,
bisnis, tagihan, utang – piutang, dan sebagainya.
Ada beberapa istilah dalam bidang ekonomi, salah
satu yang akan kami bahas adalah masalah Siklus Pengeluaran. Siklus itu sendiri
merupakan suatu rangkaian yang saling terkait, sehingga siklus pengeluaran
dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan
informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke
para pelanggan.
Di zaman modern ini, sudah banyak
manusia juga beberapa perusahaan yang dituntut untuk mengetahui bahkan
menerapkan bagaimana cara mengatur penyediaan barang atau jasa pada waktu dan
tempat yang tepat.
Mengingat masalah itu kami akan
mencoba membahas mengenai sistem pengeluaran kas, sistem penggajian tujuan,
hingga pengendalian masalah dalam menerapkan siklus pengeluaran pada makalah ini.
Sistem Pengajian
DEPARTEMEN PERSONALIA
Dokumen:
Formulir kegiatan personalia(personnel actiun form)
Catatan:
Formulir Kegiatan Personalia
Pengendalian
umum: formulir kegiatan personalia mengidentifikasi para karyawan yang
diotorisasi untuk menerima cek pembayaran dan digunakan untuk menunjukkan
perubahan dalam tingkat gaji perjam, pemotongan, dan klasifikasi pekerjaan.
DEPARTEMEN PRODUKSI
Dokumen: kartu
catatan waktu kerja(time record) yaitu kartu pekerjaan dan kartu waktu
Pengendalian
intern: Produksi kartu catatan waktu kerja dikirim ke bagian akuntansi biaya,
yang kemudian dikirim ke bagian penggajian untuk menghitung jumlah cek
pembayaran karyawan tersebut.
DEPARTEMEN AKUNTANSI
Dokumen: Kartu
pekerjaan, rangkuman ditribusi tenaga kerja
Pengendalian
intern: mengunakan kartu pekerjaan untuk mengalokasikan biaya tenaga kerja ke
akun WIP sebagai tenaga kerja
langsung atau overhead.
DEPARTEMEN PENGGAJIAN
Dokumen: Kartu
waktu, kegiatan personalia, check gaji karyawan, catatan pembayaran, daftar
gaji
Catatan:Catatan
Karyawan
Pengendalian
intern: menerima tarif pembayaran dan data pemotongan gaji dari departemen
personalia dan data jam kerja dari departemen produksi.
DEPARTEMEN UTANG
Dokumen: Daftar
gaji, tanda terima, salinan cek
Pengendalian
intern: memeriksa kebenaran daftar gaji dan menyiapkan 2 salinan tanda terima
pengeluaran kas sejumlah gaji tersebut. Satu salinan, bersama dengan daftar
gaji, dikirim ke pengeluaran kas. Salinan lainnya dikirim ke buku besar umum.
PENGELUARAN KAS
Dokumen: cek
gaji karyawan, tanda terima, daftar gaji, cek
Catatan: Catatan
Cek
Pengedalian
intern: menerima cek-cek penggajian, memeriksanya, dan kemudian
menandatanganinya, lalu mengirimnya ke pusat pembayaran untuk di distribusikan
ke para karyawan.
DEPARTEMEN BUKU BESAR
Dokumen:
rangkuman distribusi tenaga kerja, tanda terima
Catatan:Buku
Besar Umum
Pengendalian
intern: departemen buku besar umum menerima rangkuman distribusi tenaga kerja
dari bagian akuntansi biaya dan tanda terima pengeluaran kas fari utang usaha.
Dengan informasi ini, staff administrasi besar umum membuat ayat akuntansi.
Prosedur Sistem Penggajian
![]() |
|||
![]() |
|||
Sumber : James A. Hall, Halaman 392
Prosedur: kartu
pekerjaan dari bagian produksi dikirimkan kebagian Akuntansi Biaya lalu
dibukukan kebuku besar WIP lalu dibuat rangkuman distribusi tenaga kerja dan
dikirim kebagian buku besar umum. Kartu waktu dari bagian produksi dikirim
kebagian penggajian. Lalu direkonsiliasi dengan dokumen kegiatan personalia dan
diinput kecatatan karyawan, menghasilkan cek gaji karyawan yang dikirim
kebagian pengeluaran kas. Kegiatan per sonalia kartu waktu dan daftar gaji
disimpan kedalam file daftar gaji dikirimkan kebagian utang usaha. Cek gaji
karyawan ditandatangani dan dikirim kepusat pembayaran untuk didistribusikan
daftar gaji.
Pengendali Penggajian
Otorisasi
Transaksi
Formulir kegiatan personalia
memberikan pengendalian otorisasi yang penting dalam sistem penggajian. Dokumen
ini penting untuk mencegah penipuan penggajian dengan mengidentifikasi karyawan
yang diotorisasi.
Pemisahan
Tugas
Fungsi penjagaan waktu harus
dipisahkan dari fungsi personalia. Departemen personalia memberikan informasi
tarif pembayaran ke bagian penggajian untuk karyawan yang dibayar per jam. Jika
informasi ini disediakan langsung oleh departemen produksi, karyawan dapat
mengubah informasi dan melakukan penipuan. Untuk mengendalikan hal ini,
informasi tarif pembayaran harus datang dari sumber independen-departemen
personalia.
Supervisi
Kadang-kadang karyawan
memasukkan kartu untuk karyawan lain yang terlambat atau absen. Supervisor
harus mengamati proses ini dan merekonsiliasikan kartuwaktu dengan kehadiran
aktual.
Catatan
Akuntansi
Jejak audit untuk penggajian
meliputi dokumen-dokumen berikut:
1. Kartu
waktu, kartu pekerjaan, dan bukti kas keluar.
2. Informasi
jurnal, yang berasal dari rangkuman distribusi tenaga kerja dan daftar gaji.
3. Akun buku
besar pembantu, yang berisi catatan karyawan dan berbagai akun pengeluaran.
4. Akun buku
besar umum: pengendali penggajian, kas, dan akun dana gaji.
Pengendalian
Akses
Aktiva yang
berkaitan denga sistem penggajian adalah tenaga kerja dan kas. Keduanya dapat
disalahgunakan melalui akses yang tidak benar ke catatan akuntansi. Individu
yang tidak jujur dapat memalsukan jumlah tenaga kerja melalui kartu waktu
sehingga dapat menggelapkan uang kas.
Verifikasi
Independen
Contoh pengendalian
verifikasi independen dalam sistem penggajian:
1. Verifikasi jam kerja.
2. Pengurus pembayran (paymaster).
3. Utang usaha.
4. Buku besar umum.
Sistem Penggajian berbasis komputer
Otomatisasi Sistem Penggajian menggunakan Pemrosesan
Batch

Merekayasa Ulang Sistem Penggajian

Sistem Aktiva Tetap
Sistem aktiva tetap perusahaan
memproses transaksi yang berkaitan dengan akuisisi, pemeliharaan, dan
penghapusan aktiva tetap. Sistem yang efektif akan mendukung keputusan
manajemen, pelaporan keuangan, dan pelaporan ke pihak yang berwenang, dan juga
akan memiliki pengendalian internal yang memadai. Tujuan Sistem Aktiva Tetap:
1. Memproses
akuisisi aktiva tetap ketika diperlukan dan sesuai dengan persetujuan dan
prosedur manajemen formal.
2. Mempertahankan
catatan akuntansi yang memadai dari akuisisi, biaya, deskripsi, dan lokasi
fisik aktiva di dalm organisasi.
3. Mempertahankan
catatan depresiasi yang akurat untuk aktiva-aktiva yang dapat disusutkan sesuai
dengan metode-metode yang wajar.
4. Menyediakan
informasi bagi pihak manajemen yang dapat membantu merencanakan investasi
aktiva tetap di masa yang akan datang.
5. Mencatat
penghapusan aktiva tetap dengan benar.
Logika
sistem aktiva tetap
a.
Akuisasi aktiva
Dimulai dari menejer
departemen yang melihat kebutuhan untuk mendapatkan aktiva tetap yang baru.
Dalam keputusan ini, manajer departemen sering kalimemiki otoritas umum untuk
menyetujui pembelian aktiva tetap yang tidak mahal
b.
Pemeliharaan aktiva
Melibatkan penyesuaian saldo
akun buku besar pembantu aktiva tersebut
(tidak termasuk tanah)
menyusut sepanjang waktu pemakaiannya.
c.
Penghapusan aktiva
Ketika aktiva mencapai titik akhir
dari umur ekonomisnya atau ketika manajemennya memutuskan untuk menghapusnya,
aktiva tersebut harus dihapus dari buku besar pembantu aktiva tetap. Pilihan
penghapusan aktiva adalah menjual, membongkar, menyumbangkan, atau menghentikan
penggunaan aktiva, dikirim ke departemen akuntansi aktiva tetap untuk
mengotorisasi penghapusannya dari buku besar.
Sistem
aktiva tetap berbasis komputer
a.
Prosedur akuisasi
Proses dimulai ketika staf
administrasi akuntansi aktiva tetap menerima laporan penerimaan dan bukti kas
keluar. Staff itu menggunakan terminal komputer untuk membuat catatan aktiva
tersebut dalam buku besar pembantu aktiva tetap. Staf juga memasukan data
spesifik tentang umur ekonomis aktiva, nilai sisanya, metode depresiasi yang
digunakan, dan lokasi aktiva dalam perusahaan. Berdasarkan parameter depresiasi
yang terdapat dalam catatan aktiva tetap, sistem tersebut menyiapkan jadwal
depresiasi untuk setiap aktiva sejak akuisisi aktiva itu dicatat pertama kali.
Jadwal itu disimpan dalam disket komputer untuk memfasilitasi perhitungan
depresiasi yang akan datang.
b.
Pemeliharaan aktiva
Sistem aktiva tetap
menggunakan jadwal depresiasi untuk mencatat transaksi depresiasi pada akhir
periode secara otomatis. Tugas khusus ini mencakup
1.
penghitungan depresiasi periode saat ini
2.
pembaharuan akumulasi depresiasi dan field nilai buku dalam catatan buku
besar pembantu
3.
pembukuan total depresiasi ke akun buku besar umum
yang dipengaruhi (biaya depresiasi dan akumulasi depresiasi)
4.
pencatatan transaksi depresiasi dengan menambahkan catatan
ke file flowchart jurnal
c.
Prosedur penghapusan
Laporan penghapusan secara
resmi mengotorisasi departemen aktiva tetap untuk menghilangkan aktiva yang
dihapus tersebut dari buku besarnya. Ketika staff administrasi menghapus
catatan dari buku besar pembantu aktiva tetap, sistem secara otomatis :
1.
Membukukan dan membuat jurnal penyesuaian ke akun
pengendali aktiva tetap tersebut dalam buku besar umum
2.
Mencatat setiap laba/rugi yang berkaitan dengan
transaksi penghapusan
3.
Menyiapkan catatan flowchart
jurnal. Laporan status aktiva tetap yang berisi rincian penghapusan
tersebut dikirim ke departemen aktiva tetap untuk diperiksa
Mengendalikan
sistem aktiva tetap
a.
Pengendalian otorisasi
Setiap transaksi harus
dimulai dengan permintaan tertulis dari pengguna atau departemen. Dalam hal
barang-barang yang bernilai tinggi, harus ada proses persetujuan independen
yang mengevaluasi keuntungan permintaan tersebut berdasarkan biaya dan
manfaatnya.
b.
Pengendalian supervisi
Para supervisor harus
memastikan bahwa aktiva tetap yang digunakan sesuai dengan kebijakan perusahaan
dan praktik bisnis. misalnya, komputer yang dibeli untuk karyawan tertentu
harus diletakan dalam lokasi yang tepat dan tidak boleh dipindahkan tanpa
persetujuan secara eksplisit. Kendaran perusahaan harus diamankan dalam pusat
penyimpanan kendaraan perusahaan pada akhir waktu kerja dan tidak boleh dibawa
pulang kecuali atas izin dari supervisor yang berwenang.
c.
Pengendalian verifikasi independen
Auditor internal harus memeriksa
akuisisi aktiva dan prosedur persetujuan untuk menentukan pelayakan faktor yang
digunakan dalam analisis. Auditor internal harus memverifikasi lokasi, kondisi,
dan nilai pasar dari aktiva tetap perusahaan dibandingkan dengan cacatan aktiva
tetap dalam buku besar pembantu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar