Makalah
Sistem Informasi Akuntansi
PROSES
PENGEMBANGAN SISTEM
Diajukan
Sebagai Tugas Sistem Informasi Akuntansi

Disusun
Oleh:
Aisah
Primadila (142130236)
FAKULTAS
EKONOMI
JURUSAN
AKUNTANSI
UNIVERSITAS
PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2014
Kata
Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Proses Pengembangan Sistem”.
Makalah ini berisikan informasi tentang proses pengembangan sistem yang terkait dengan pengembangan sistem dan analisis sistem,strategi pengembangan SIA, dan desain implementasi & operasi sistem, kami harapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua, tentang hal - hal mengenai proses pengembangan sistem.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Bab 16
Pengantar
Pengembangan Sistem dan Analisis Sistem
Tujuan
makalah:
1. Menjelaskan
alasan-alasan perusahaan mengembangkan sistem
2.
Menjelaskan
kelima tahap siklus hidup pengembangan sistem
3.
Menjelaskan
orang-orang yang terlibat dalam pengembangan sistem dan perannya
4.
Menjelaskan
pentingnya perencanaan pengembangan sistem dan menjelaskan tehnik perencanaaan
5.
Mendiskusikan
berbagai jenis analisis kelayakan dan menghitung kelayakan ekonomis
6.
Menjelaskan
alasan mengapa perubahan sistem pemicu reaksi pelaku
7.
Menjelaskan
isu-isu dan langkah-langkah penting dalam analisis sistem
Pembahasan
A.
Alasan-alasan perusahaan mengembangkan
system
Perusahaan biasanya mengubah
sistem mereka untuk salah satu dari alasan-alasan berikut ini :
a.
Perubahan
kebutuhan pemakai atau bisnis
Peningkatan
persaingan, pertumbuhan bisnis atau konsolidasi, merger dan divestasi,
peraturan baru, atau perubahan dalam hubungan regional serta global dapat
mengubah struktur dan tujuan organisasi. Agar tetap responsif atas kebutuhan
perusahaan, sistem juga harus berubah.
b.
Perubahan
teknologi
Sejalan
dengan makin maju dan murahnya teknologi, organisasi dapat memanfaatkan
berbagai kemampuan baru atau lama, yang dahulu terlalu mahal.
c.
Peningkatan
proses bisnis
Mendesain
ulang sistem yang sebelumnya kurang efisien menjadi lebih efisien, sehingga mampu
meningkatkan proses bisnis. Contohnya, perusahaan yang sistem lamanya
menggunakan mesin manual yang harus dioperasikan oleh banyak pekerja, diganti
dengan mesin yang otomatis sehingga lebih cepat dan efisien dalam penggunaan
tenaga kerja.
d.
Keunggulan
kompetitif
Peningkatan
kualitas, kuantitas, dan kecepatan informasi dapat menghasilkan peningkatan
produk atau layanan serta dapat membantu mengurangi biaya. Peningkatan tersebut
dapat dilakukan dengan cara mendesain ulang sistem yang ada dengan sistem yang
baru.
e.
Perolehan
produktivitas
Komputer
akan mengotomatisasi pekerjaan administrasi dan rutin, serta secara signifikan
mengurangi waktu untuk melakukan tugas-tugas lainnya.
f.
Pertumbuhan
Perusahaan
berkembang lebih besar dari sistemnya sehingga harus meningkatkan atau
mengganti sistem tersebut secara keseluruhan.
g.
Penciutan
Perusahaan
sering kali berpindah dan mainframe (kerangka
utama) terpusat ke jaringan PC atau sistem berbasis Internet untuk memanfaatkan
rasio harga/ kinerja mereka. Hal ini menempatkan pengambilan keputusan dan
informasi yang terkait sampai ke bagan organisasi.
B.
Siklus hidup pengembangan sistem
-
Analisis
sistem
Mengumpulkan
informasi yang diperlukan kemudian disurvai untuk menetapkan sifat serta
lingkup proyek dan diidentifikasi kelemahan serta diuji kelayakannya untuk
didokumentasikan.
-
Desain
konseptual
Mengidentifikasi
dan mengevaluasi desain serta alternatif
yang tepat, tahap ini selesai ketika persyaratan konseptual diberitahukan ke
komite pelaksana sistem informasi.
-
Desain
fisik
Mengartikan
persyaratan umum yang berorientasi pada pemakai dari desain konseptual ke dalam
spesifikasi terinci yang digunakan untuk mengkodekan serta menguji program
komputer tersebut.
-
Implementasi
dan perubahan
Tempat
dimana semua elemen dan aktivitas sistem disatukan
-
Operasional
dan pemeliharaan
Sistem
secara berkala ditinjau, jika timbul masalah selanjutnya organisasi akan
menggunakan sistem yang telah diperbaiki.
C.
Pelaku yang terlibat dalam pengembangan system
Banyak pihak uang harus bekerja
sama untuk dapat berhasil mengembangkan serta mengimplementasikan SIA. Bagian
ini mendiskusikan peran-peran mereka yang terlibat.
a.
Manajemen
Peran pihak manajemen puncak
adalah memberikan dukungan dan dorongan untuk proyek pengembangan serta
menyerasikan sistem informasi dengan strategi perusahaan, membuat tujuan serta
sasaran sistem, meninjau kinerja serta kepemimpinan departemen sistem
informasi, membuat pemilihan proyek serta kebijakan struktur organisasi,
membantu analis sistem dengan perkiraan biaya proyek serta manfaatnya,
menugaskan para pegawai utama ke proyek pengembangan dan mengalokasikan dana
yang memadai untuk mendukung pengembangan operasional sistem.
b.
Akuntan
Terdapat
tiga peran selama desain sistem:
1.
Dapat
menetapkan kebutuhan informasi dan persyaratan sistem yang mereka butuhkan,
serta memberitahukannya ke para pengembang sistem.
2.
Membantu
mengelola pengembangan sistem.
3.
Mengambil
peran aktif dalam mendesain pengendalian sistem serta secara periodik mengawasi
dan menguji sistem tersebut untuk memverifikasi bahwa pengendalian telah
diimplementasikan dan berfungsi dengan baik.
c.
Komite
pelaksana sistem informasi
Komisi
ini sering kali berisi orang-orang dari manajemen puncak, seperti kontroler dan
pihak manajemen sistem informasi serta departemen pemakai. Berfungsi untuk
merencanakan dan mengawasi fungsi sistem informasi, menetapkan kebijakan dan
menentukan SIA serta memastikan adanya partisipasi, bimbingan, dan pengendalian
dari pihak manajemen puncak.
d.
Tim
pengembangan proyek
Berperan
dalam merencanakan setiap proyek, mengawasi untuk memastikan penyelesaian yang
tepat waktu dana sesuai biaya, memastikan bahwa pertimbangan yang wajar telah
diberikan atas elemen manusia, serta mengkomunikasikan status proyek ke pihak
manajemen puncak dan komite pelaksana.
e.
Analis
sistem dan progamer
Analis
sistem mempelajari sistem yang ada, mendesain yang baru, dan membuat
spesifikasi yang digunakan oleh progamer komputer. Progamer komputer menulis
program komputer dengan menggunakan spesifikasi yang dikembangkan oleh analis,
serta mengubah dan memelihara program komputer.
f.
Pemain
luar
Banyak
pihak dari luar organisasi yang memainkan peran penting dalam pengembangan
sistem termasuk pelanggan, vendor, auditor, dan lembaga pemerintahan.
D.
Pentingnya perencanaan mengembangkan
sistem
Perencanaan
pengembangan sistem adalah langkah penting untuk alasan-alasan, yaitu :
-
Konsistensi
Sasaran dan tujuan sesuai
dengan rencana strategis perusahaan.
-
Efisiensi
Sistem akan lebih efisisen,
subsistem lebih terkorrdinasi.
-
Terkemuka
Akan menjadi pemimpin dalam
perubahan Teknologi Informasi yang ada.
-
Pengurangan
biaya
Sistem yang baru lebih murah
dan mudah untuk dipelihara.
-
Kemampuan
adaptasi
Pihak manajemen dan para
pegawai lebih dapat lebih baik dalam mempersiapkan diri.
Teknik-teknik
perencanaan:
-
PERT
(Program evaluation and review technique)
Berbagai
aktivitas dan hubungan antar aktivitas digunakan untuk menggambar diagram PERT,
yang terdiri dari sebuah jaringan panah dan titik yang tentunya mewakili
berbagai aktivitas proyek yang membutuhkan pengeluaran sumber daya dan waktu,
serta penyelesaian dan mulainya aktivitas-aktivitas tersebut.
-
Grafik
Gantt
Grafik
batang dengan berbagai aktivitas proyek tercantum di sebelah kiri dan unit
waktu (hari atau minggu) di sebelah atas.
E.
Jenis analisis kelayakan
- kelayakan teknis
Dapatkah sistem yang direncanakan
tersebut dikembangkan serta diimplementasikan dengan menggunakan teknologi yang
ada saat ini?
- kelayakan operasional
Dapatkah orang-orang menggunakan
sistem tersebut dan akankah mereka menggunakannya?
- kelayakan legal
Apakah sistem tersebut sesuai dengan
hokum dan undang-undang yang berlaku di Negara?
- kelayakan penjadwalan
Dapatkah sistem tersebut
dikembangkan dan diimplementasikan dalam periode waktu yang ditetapkan?
- kelayakan ekonomis
Akankah manfaat sistem
menjustifikasi penggunaan waktu, uang dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan
untuk mengimplementasikan nya?
Menghitung kelayakan ekonomis:
Terdapat
beberapa teknik dalam menghitung kelayakan ekonomis
1.
Periode pengembalian
Angka ini menyajikan jumlah
tahun yang dibutuhkan agar penghematan bersih seimbang dengan biaya awal dari
investasi tersebut.
2.
Net present Value (NPV)
Semua arus kas di masa
mendatang didiskontokan kembali hingga ke saat ini, dengan menggunakan tarif
diskonto yang mencerminkan nilai waktu uang.
3.
Internal Rate of Return (IRR)
Tarif suku bunga efektif
yang menghasilkan NPV nol.
F.
Alasan perubahan sistem menjadi pemicu masalah perilaku
Faktornya:
-
Karakteristik
dan latar belakang personal
Orang yang lebih muda dan
berpendidikan lebih tinggi biasanya lebih mudah menerima perubahan
-
Cara
perubahan diperkenalkan
Penolakan sering kali
merupakan sebuah reaksi dari metode yang membentuk perubahan daripada reaksi
atas perubahan itu sendiri.
-
Pengalaman
dengan perubahan sebelumnya
Pegawai yang memiliki
pengalaman buruk dengan perubahan sebelumnya akan lebih segan untuk bekerja
sama ketika terjadi perubahan sistem.
-
Dukungan
dari pihak manajemen puncak
Pegawai yang merasa
kurangnya dukungan dari pihak manajemen puncak aas perubahan akan
bertanya-tanya mengapa mereka harus menerima perubahan tersebut.
-
Komunikasi
Kurangnya komunikasi serta
sosialisasi kepada para pegawai.
-
Bias
dan penolakan alami atas perubahan
Orang yang memiliki hubungan
emosional atas tugas mereka atau dengan rekan kerja mereka mungkin tidak ingin
berubah jika elemen-elemen tersebut terkena pengaruh.
-
Sifat
merusak proses perubahan
Permintaan atas informasi
dan untuk wawancara akan mengganggu dan memberikan beban tambahan ke
orang-orang.
-
Ketakutan
Banyak orang merasa takut
atas sesuatu yang tidak diketahui dan atas ketidakpastian yang menyertai
perubahan.
G.
Langkah-langkah penting dalam analisis sistem
-
Infestigasi
awal
Dilakukan
untuk memilih proyek dengan gambaran jelas tentang masalah dan kebutuhan yang
ada, sifat dari masalah yang dipelajari harus ditetapkan.
-
Survei sistem
Tujuannya
untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh, menilaian awal atas kebutuhan pemrosesan
saat ini dan di masa mendatang,mengembangkan hubungan kerja dengan para memakai
dan membangun dukungan untuk SIA, mengumpulkan data yang dapat mengidentifikasi
kebutuhan pemakai.
-
Studi
kelayakan
Analisis
kelayakan seperti kelayakan ekonomis diperbaharui sewaktu proyek berjalan dam
biaya serta manfaat menjadi lebih jelas.
-
Kebutuhan
informasi dan persyaratan sistem
Perusahaan
mengidentifikasi kebutuhan informasi para pemakai SIA dan mendokumentasikan
prasyaratan sistem.
-
Laporan
analisis sistem
Ringkasan
dan dokumentasi aktivitas analisis dan berperan sebagai penampung data yang
merupakan sumber gambaran bagi para pendesain sistem.
BAB 17
Strategi
Pengembangan SIA
Tujuan
Makalah:
1. Menjelaskan bagaimana cara
organisasi membeli software aplikasi, mendapatkan layanan dari vendor, dan
membeli hardware
2. Menjelaskan bagaimana departemen
sistem informasi mengembangkan software umum
3. Menjelaskan bagaimana pemakai
akhir mengembangkan, menggunakan, dan mengendalikan sistem informasi berbasis
komputer
4. Menjelaskan bagaimana organisasi
melakukan outsourcing untuk sistem informasi mereka, serta mengevaluasi manfaat
dan risiko dari strategi ini
5. Menjelaskan prinsip-prinsip dan
berbagai tantangan atas rekayasa teknis proses bisnis
6. Menjelaskan bagaimana prototipe
digunakan untuk mengembangkan SIA, dan membahas keuntungan serta kerugian
propotipe untuk mengembangkan SIA
7. Menjelaskan apa yang dimaksud
dengan computer-aided software engineering dan bagaimana penggunaan dalam
pengembangan sistem
Pembahasan
A.
Pembelian software dan SDLC
-
Analisis
sistem
Perusahaan harus melakukan
penyelidikan awal, survei sistem, survei kelayakan, dan menetapkan persyaratan
SIA.
-
Desain
konseptual sistem
Menetapkan apakah software
yang memenuhi persyaratan SIA telah tersedia.
-
Desain
fisik
Apabila software dibeli,
beberapa tahap desain fisik, sepert pendesainan dan pengkodean program, dapat
dihilangkan.
-
Implementasi
dan perubahan
Perusahaan harus
merencanakan implementasi dan perubahan aktivitas, memilih dan melatih
personil, memasang dan menguji hardware serta software, mendokumentasikan
prosedur, dan mengubah dari sistem yang lama ke SIA yang baru.
-
Operasi
dan pemeliharaan
SIA dioperasikan seperti
software lainnya, dan vendornya biasanya melakukan pemeliharaan atas software
tersebut.
Memilih vendor
Memutuskan untuk membuat atau
membeli software dapat dilakukan secara terpisah dari keputusan untuk
mendapatkan hardware, perbaikan, pemeliharaan, dan sumber daya SIA lainnya.
Mendapatkan Hardware
dan Software,
keuntungan:
- menghemat waktu
Informasi yang sama diberikan ke
semua vendor, meniadakan pengulangan tinjauan dan pertanyaan.
- menyederhanakan proses
pengembalian keputusan
Semua respon diberikan dalam format
yang sama dan didasarkan pada informasi yang sama
- mengurangi kesalahan
Peluang mengabaikan faktor-faktor
yang penting akan berkurang.
- menghindarkan dari potesi ketidaksesuaian
Kedua pihak memiliki perkiraan yang
sama dan informasi yang terkait telah dicantumkan dalam bentuk tertulis.
B.
Departemen sistem informasi mengembangkan sistem
rekomendasi:
-
Memilih
pengembang dengan hati-hati
Memiliki
pengalaman dalam industri perusahaan,pengalaman baik atas bisnis secara umum.
-
Menandatangani
kontrak
Menempatkan
tanggungjawab untuk memenuhi persyaratan dari pengembang dan memungkinkan
perusahaan menghentikan proyek jika kondisi-kondisi utama tidak dipenuhi
-
Rencanakan
dan awasi setiap langkah
Proyek
harus didesain secara terinci dan harus ada pemeriksaan untuk mengawasi proyek.
-
Menjaga
komunikasi yang efektif
Hubungan
antara perusahaan dan pengembang harus disebutkan secara menyeluruh.
-
Kendalikan
semua biaya
Biaya
harus dikendalikan dengan ketat dan arus kas harus diminimalkan hingga proyek
tersebut telah selesai dan diterima.
C.
Pengembangan software oleh pemakai akhir
EUC
(End-User Computing) adalah pengembangan, penggunaan, dan pengendalian
aktivitas sistem informasi berbasis komputer oleh para pemakai. Bersama dengan
bangkitnya PC yang murah dan banyaknya ragam software yang canggih dan murah,
para pemakai mulai mengembangkan sistem mereka sendiri untuk membuat dan
menyimpan data, mengakses serta mendownload data perusahaan, serta berbagai
data dan sumber daya komputer dalam jaringan.
Penggunaan oleh
pemakai akhir yang tepat
Perkembangan
pemakai akhir (End-User Development – EUD) terjadi ketika para pemakai
informasi, serta para manajer, akuntan, danauditor internal, mengembangkan
aplikasi mereka sendiri dengan menggunakan spesialis komputer sebagai
penasihat. Oleh karenanya, tidak digunakan untuk pemrosesan penggajian, piutang
usaha dan utang usaha, buku besar, atau persediaan.
Mengendalikan dan
mengelola end-user computing
Memberikan petunjuk dan standar yang
cukup agar dapat secara memadai mengendalikan sistem tetapi tetap memungkinkan
pemakai mendapatkan fleksibilitas yang mereka butuhkan. Contohnya, helpdesk, kewajibannya memberikan
bantuan 24 jam untuk membantu mengatasi masalah; bertindak sebagai penjelas
informasi, koordinasi, dan pemberi bantuan; melatih para pemakai akhir tentang
bagaimana menggunakan hardware atau software serta pemeliharaan yang memadai;
mengevaluasi produk hardware dan software pemakai akhir yang baru; membantu
mengembangkan aplikasi; mengendalikan data perusahaan.
D.
organisasi melakukan outsourcing
Manfaat outsourcing:
-
Sebuah
solusi untuk bisnis
-
Penggunaan
aset
-
Akses
ke keahlian yang lebih besar dan teknologi yang lebih canggih
-
Biaya
yang lebih rendah
-
Perbaikan
waktu untuk pengembangan
-
Peniadaan
kepadatan dan kejarangan penggunaan
-
Memfasilitasi
pengencilan ukuran perusahaan
Risiko melakukan outsourcing
-
Ketidakfleksibilitasan
-
Kehilangan
kendali
-
Pengurangan
keunggulan kompetitif
-
Sistem
paket
-
Tujuan
yang tidak terpenuhi
E.
Rekayasa ulang proses bisnis
Prinsip-prinsip rekayasa ulang
-
mengatur
hasil, bukan tugas
-
membuat
pemakai output melakukan proses
-
membuat
mereka yang menghasilkan informasi memproses informasi tersebut
-
memusatkan
dan menyebarkan data
-
mengintegrasikan
aktivitas paralel
-
memberdayakan
para pekerja, menggunakan pengendalian internal, dan membuat struktur organisasi
menjadi lebih datar
-
mengumpulkan
data saat itu juga, di sumbernya
Tantangan
yang dihadapi dalam usaha rekayasa ulang
Agar dapat berhasil menyelsaikan
proses rekayasa ulang, perusahaan harus menghadapi dan mengatasi tantangan
berikut ini:
-
Tradisi
Proses
bisnis yang tidak efisien yang sedang dalam proses rekayasa ulang, sering kali
berdekade lamanya.
-
Penolakan
Perubahan,
terutama perubahan yang radikal, selalu memenuhi banyak penolakan.
-
Persyaratan
waktu
Proses
rekayasa ulang memakan waktu lebih dari 2 tahun untuk dapat selesai
-
Biaya
Sesuatu
hal yang sangat mahal untuk secara keseluruhan mempelajari dan mempertanyakan
proses bisnis perusahaan agar dapat menemukan cara yang lebih cepat dan efisien
untuk beroperasi.
-
Kurangnya
dukungan pihak manajemen
Banyak
yang takut akan sindrom “promosi besar-besaran, tapi sedikit hasilnya”.
-
Risiko
Dapat
menjadi tindakan yang berisiko atas karir. Jika berhasil, mereka akan dilihat
dengan dukungan penuh dari organisasi, jika tidak, mereka mungkin lebih baik
mencari pekerjaan baru.
-
Skeptisisme
Hambatan
dalam rekayasa ulang adalah bertahannya para penolak dan sinisme yang
mengatakan bahwa rekayasa ulang tidak dapat dilakukan.
-
Pelatihan
kembali
Rekayasa
ulang secara dramatis mengubah cara pekerjaan dilakukan. Jadi, para pegawai
harus dilatih kembali, yangmemakan waktu dan mahal.
-
Pengendalian
Pengendalian
yang memastikan keadaan dan integritas sistem.
F.
Pembuatan prototipe
Pembuatan
prototipe adalah pendekatan ke desain sistem yang mengembangkan model kerja
yang disederhanakan dari sistem. Prototipe atau rancangan awal ini, dapat
dengan cepat dan murah untuk dibangun dan diberikan pada para pemakai untuk
diuji. Syarat asumsi untuk membuat prototipe adalah lebih mudah bagi
orang-orang untuk menyatakan apa yang mereka sukai dan tidak sukai mengenai
sebuah prototipe daripada membayangkan apa yang mereka inginkan atas sebuah
sistem.
·
Keuntungan
pembuatan prototipe
§
Pemahaman
yang lebih baik atas kebutuhan pemakai
§
Keterlibatan
dan kepuasan pemakai yang lebih besar
§
Waktu
pengembangan yang lebih cepat
§
Lebih
sedikit kesalahan
§
Lebih
banyak peluang untuk perubahan
§
Lebih
murah
·
Kelemahan
pembuatan prototipe
o
Waktu
pemakai yang signifikan
o
Kurang
efisien dalam penggunaan sumber daya sistem
o
Pengembangan
sistem yang tidak lengkap
o
Sistem
didokumentasikan dan diuji secara tidak memadai
o
Reaksi
perilaku yang negatif
o
Pengembangan
tanpa akhir
G.
Computer-aided software engineering (CASE)
Digunakan
untuk merencanakan, menganalisis, mendesain, memprogram, dan mempertahankan
sistem informasi. CASE juga digunakan untuk memperkuat usaha manajer, pemakai,
dan programer dalam memahami kebutuhan informasi.
·
Keuntungan
teknoligi CASE
§
Perbaikan
produktivitas
§
Perbaikan
kualitas program
§
Penghematan
biaya
§
Perbaikan
prosedur pengendalian
§
Penyederhanaan
dokumentasi
·
Kekurangan
teknologi CASE
o
Tidak
kompatibel
o
Biaya
terlalu mahal
o
Harapan
yang tidak terpenuhi
BAB 18
Desain,
Implementasi, dan Operasi Sistem
Tujuan
makalah:
1. Menjelaskan proses disain
konseptual sistem dan aktivitas dalam tahap ini
2. Menjelaskan proses desain sistem
fisik dan aktivitas dalam tahap ini
3. Menjelaskan implementasi sistem
dan proses perubahan serta aktivitas dalam tahap ini
4. Menjelaskan operasi sistem dan
proses pemeliharan serta aktivitas dalam tahap ini
Pembahasan
A.
Mengevaluasi berbagai alternatif desain
Perusahaan dapat membeli software
dari penjual, meminta pegawai bagian sistem informasi pengembangan software
tersebut, meminta orang-orang yang akan menggunakan sistem tersebut untuk
mendesainnya, atau mengontrak perusahaan luar untuk mengembangkan dan mengelola
sistem informasi tersebut. Perusahaan dapat mengubah, meningkatkan, atau
mengganti software yang ada atau melakukan rekayasa ulang keseluruhanproses
bisnisnya dan mengembangkan software untuk mendukung proses baru ini.
Menyiapkan spesifikasi desain
Mengembangkan spesifikasi desain
konseptual untuk elemen berikut ini:
1.
Output
Memenuhi
kebutuhan informasi para pemakai
2.
Penyimpanan
data
Elemen
data yang disimpan untuk memproduksi laporan penjualan, file atau database yang
seharusnya digunakan, dan ukuran field yang mana yang tepat untuk bagian data
tersebut.
3.
Input
Data
penjualan mana yang harus dimasukkan, lokasi penjualan dan jumlahnya, dan dimana,
kapan, serta bagaimana mengumpulkan data.
4.
Prosedur
dan operasi pemrosesan
Mencakup
bagaimana memproses input dan menyimpan data agar dapat menghasilka laporan
penjualan, dan juga urutan proses yang dilakukan.
B.
Desain fisik sistem
Desain
fisik mengartikan persyaratan luas dan berorientasi pemakaian dari SIA desain
konseptual, kendala spesifikasi terinci yang digunakan untuk pengkodean dan
pengujian program komputer.
·
Desain
output
Output masuk dalam 4 kategori
yaitu :
Laporan terjadwal
Memiliki isi danformat yang telah
ditentukan terlebih dahulu dan dibuat secara teratur.
Laporan analisis untuk tujuan
khusus
Laporan ini dibuat sebagai respon
atas permintaan pihak manajemen untuk mengevaluasi suatu masalah.
Laporan pengecualian khusus
Dibuat sebagai respons atas
kondisi yang tidak biasa.
Laporan permintaan
Isi dan format yang ditentukan
terlebih dahulu tetapi dibuat hanya berdasarkan permintaan.
·
Desain
file dan database
Penting
bahwa berbagai devisi dari sebuah perusahaan menyimpan data dalam format yang
sesuai.
·
Desain
Input
Tim
desain mengidentivikasi berbagai jenis input data dan metode input optimal.
·
Desain
formulir
Beberapa
sistem informasi masih mengumpulkan dalam bentuk kertas dan kemudian
memindahkan data tersebut ke komputer.
·
Desain
program
·
Desain
prosedur
·
Desain
pengembalian
·
Desain
fisik sistem
C.
Implementasi sistem
Proses pemasangan hardware dan
software serta membuat SIA jadi dan dapat berjalan. Proses ini umumnya terjadi
dari pengembangan rencana, pengembangan dan pengujian software, mempersiapkan
lokasi, memasang danmenguji hardware, memilih dan melatih personel,
mengembangkan dokumentasi, serta menguji sistem.
D.
Langkah akhir dalam SDLC adalah
Mengopersikan dan mempertahankan sistem
yangbaru. Peninjauan pascaimplementasi harus dilakukan pada SIA yang baru
dipasangkan untuk memastikan bahwa sistem tersebut memenuhi tujuan yang
direncanakan. Semua masalah yang ditemukan pada saat peninjauan harus
diasampaikan ke pihak menejemen dan penyesuaian harus dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar