Rabu, 06 Mei 2015

Proses Pengembangan Sistem



Makalah Sistem Informasi Akuntansi
PROSES PENGEMBANGAN SISTEM
Diajukan Sebagai Tugas Sistem Informasi Akuntansi


Disusun Oleh:
Aisah Primadila           (142130236)

FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2014




Kata Pengantar 

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “Proses Pengembangan Sistem”.
            Makalah ini berisikan informasi tentang proses pengembangan sistem yang terkait dengan pengembangan sistem dan analisis sistem,strategi pengembangan SIA, dan desain implementasi & operasi sistem, kami harapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua, tentang hal - hal mengenai proses pengembangan sistem.
            Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
            Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.












Bab 16
Pengantar Pengembangan Sistem dan Analisis Sistem
Tujuan makalah:
1.      Menjelaskan alasan-alasan perusahaan mengembangkan sistem
2.      Menjelaskan kelima tahap siklus hidup pengembangan sistem
3.      Menjelaskan orang-orang yang terlibat dalam pengembangan sistem dan perannya
4.      Menjelaskan pentingnya perencanaan pengembangan sistem dan menjelaskan tehnik perencanaaan
5.      Mendiskusikan berbagai jenis analisis kelayakan dan menghitung kelayakan ekonomis
6.      Menjelaskan alasan mengapa perubahan sistem pemicu reaksi pelaku
7.      Menjelaskan isu-isu dan langkah-langkah penting dalam analisis sistem
Pembahasan
A.     Alasan-alasan perusahaan mengembangkan system
Perusahaan biasanya mengubah sistem mereka untuk salah satu dari alasan-alasan berikut ini :
a.       Perubahan kebutuhan pemakai atau bisnis
Peningkatan persaingan, pertumbuhan bisnis atau konsolidasi, merger dan divestasi, peraturan baru, atau perubahan dalam hubungan regional serta global dapat mengubah struktur dan tujuan organisasi. Agar tetap responsif atas kebutuhan perusahaan, sistem juga harus berubah.
b.      Perubahan teknologi
Sejalan dengan makin maju dan murahnya teknologi, organisasi dapat memanfaatkan berbagai kemampuan baru atau lama, yang dahulu terlalu mahal.
c.       Peningkatan proses bisnis
Mendesain ulang sistem yang sebelumnya kurang efisien menjadi lebih efisien, sehingga mampu meningkatkan proses bisnis. Contohnya, perusahaan yang sistem lamanya menggunakan mesin manual yang harus dioperasikan oleh banyak pekerja, diganti dengan mesin yang otomatis sehingga lebih cepat dan efisien dalam penggunaan tenaga kerja.
d.      Keunggulan kompetitif
Peningkatan kualitas, kuantitas, dan kecepatan informasi dapat menghasilkan peningkatan produk atau layanan serta dapat membantu mengurangi biaya. Peningkatan tersebut dapat dilakukan dengan cara mendesain ulang sistem yang ada dengan sistem yang baru.
e.       Perolehan produktivitas
Komputer akan mengotomatisasi pekerjaan administrasi dan rutin, serta secara signifikan mengurangi waktu untuk melakukan tugas-tugas lainnya.
f.       Pertumbuhan
Perusahaan berkembang lebih besar dari sistemnya sehingga harus meningkatkan atau mengganti sistem tersebut secara keseluruhan.
g.       Penciutan
Perusahaan sering kali berpindah dan mainframe (kerangka utama) terpusat ke jaringan PC atau sistem berbasis Internet untuk memanfaatkan rasio harga/ kinerja mereka. Hal ini menempatkan pengambilan keputusan dan informasi yang terkait sampai ke bagan organisasi.

B.     Siklus hidup pengembangan sistem
-          Analisis sistem
Mengumpulkan informasi yang diperlukan kemudian disurvai untuk menetapkan sifat serta lingkup proyek dan diidentifikasi kelemahan serta diuji kelayakannya untuk didokumentasikan.
-          Desain konseptual
Mengidentifikasi dan mengevaluasi desain  serta alternatif yang tepat, tahap ini selesai ketika persyaratan konseptual diberitahukan ke komite pelaksana sistem informasi.
-          Desain fisik
Mengartikan persyaratan umum yang berorientasi pada pemakai dari desain konseptual ke dalam spesifikasi terinci yang digunakan untuk mengkodekan serta menguji program komputer tersebut.
-          Implementasi dan perubahan
Tempat dimana semua elemen dan aktivitas sistem disatukan
-          Operasional dan pemeliharaan
Sistem secara berkala ditinjau, jika timbul masalah selanjutnya organisasi akan menggunakan sistem yang telah diperbaiki.

C.     Pelaku yang terlibat dalam pengembangan system
Banyak pihak uang harus bekerja sama untuk dapat berhasil mengembangkan serta mengimplementasikan SIA. Bagian ini mendiskusikan peran-peran mereka yang terlibat.
a.       Manajemen
Peran pihak manajemen puncak adalah memberikan dukungan dan dorongan untuk proyek pengembangan serta menyerasikan sistem informasi dengan strategi perusahaan, membuat tujuan serta sasaran sistem, meninjau kinerja serta kepemimpinan departemen sistem informasi, membuat pemilihan proyek serta kebijakan struktur organisasi, membantu analis sistem dengan perkiraan biaya proyek serta manfaatnya, menugaskan para pegawai utama ke proyek pengembangan dan mengalokasikan dana yang memadai untuk mendukung pengembangan operasional sistem.
b.      Akuntan
Terdapat tiga peran selama desain sistem:
1.      Dapat menetapkan kebutuhan informasi dan persyaratan sistem yang mereka butuhkan, serta memberitahukannya ke para pengembang sistem.
2.      Membantu mengelola pengembangan sistem.
3.      Mengambil peran aktif dalam mendesain pengendalian sistem serta secara periodik mengawasi dan menguji sistem tersebut untuk memverifikasi bahwa pengendalian telah diimplementasikan dan berfungsi dengan baik.
c.       Komite pelaksana sistem informasi
Komisi ini sering kali berisi orang-orang dari manajemen puncak, seperti kontroler dan pihak manajemen sistem informasi serta departemen pemakai. Berfungsi untuk merencanakan dan mengawasi fungsi sistem informasi, menetapkan kebijakan dan menentukan SIA serta memastikan adanya partisipasi, bimbingan, dan pengendalian dari pihak manajemen puncak.
d.      Tim pengembangan proyek
Berperan dalam merencanakan setiap proyek, mengawasi untuk memastikan penyelesaian yang tepat waktu dana sesuai biaya, memastikan bahwa pertimbangan yang wajar telah diberikan atas elemen manusia, serta mengkomunikasikan status proyek ke pihak manajemen puncak dan komite pelaksana.
e.       Analis sistem dan progamer
Analis sistem mempelajari sistem yang ada, mendesain yang baru, dan membuat spesifikasi yang digunakan oleh progamer komputer. Progamer komputer menulis program komputer dengan menggunakan spesifikasi yang dikembangkan oleh analis, serta mengubah dan memelihara program komputer.
f.       Pemain luar
Banyak pihak dari luar organisasi yang memainkan peran penting dalam pengembangan sistem termasuk pelanggan, vendor, auditor, dan lembaga pemerintahan.

D.     Pentingnya perencanaan mengembangkan sistem
Perencanaan pengembangan sistem adalah langkah penting untuk alasan-alasan, yaitu :
-          Konsistensi
Sasaran dan tujuan sesuai dengan rencana strategis perusahaan.
-          Efisiensi
Sistem akan lebih efisisen, subsistem lebih terkorrdinasi.
-          Terkemuka
Akan menjadi pemimpin dalam perubahan Teknologi Informasi yang ada.
-          Pengurangan biaya
Sistem yang baru lebih murah dan mudah untuk dipelihara.
-          Kemampuan adaptasi
Pihak manajemen dan para pegawai lebih dapat lebih baik dalam mempersiapkan diri.
Teknik-teknik perencanaan:
-          PERT (Program evaluation and review technique)
      Berbagai aktivitas dan hubungan antar aktivitas digunakan untuk menggambar diagram PERT, yang terdiri dari sebuah jaringan panah dan titik yang tentunya mewakili berbagai aktivitas proyek yang membutuhkan pengeluaran sumber daya dan waktu, serta penyelesaian dan mulainya aktivitas-aktivitas tersebut.
-          Grafik Gantt
      Grafik batang dengan berbagai aktivitas proyek tercantum di sebelah kiri dan unit waktu (hari atau minggu) di sebelah atas.

E.      Jenis analisis kelayakan
- kelayakan teknis
            Dapatkah sistem yang direncanakan tersebut dikembangkan serta diimplementasikan dengan menggunakan teknologi yang ada saat ini?
- kelayakan operasional
            Dapatkah orang-orang menggunakan sistem tersebut dan akankah mereka menggunakannya?
- kelayakan legal
            Apakah sistem tersebut sesuai dengan hokum dan undang-undang yang berlaku di Negara?
- kelayakan penjadwalan
            Dapatkah sistem tersebut dikembangkan dan diimplementasikan dalam periode waktu yang ditetapkan?
- kelayakan ekonomis
            Akankah manfaat sistem menjustifikasi penggunaan waktu, uang dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan nya?

Menghitung kelayakan ekonomis:
Terdapat beberapa teknik dalam menghitung kelayakan ekonomis
1.      Periode pengembalian
Angka ini menyajikan jumlah tahun yang dibutuhkan agar penghematan bersih seimbang dengan biaya awal dari investasi tersebut.
2.      Net present Value (NPV)
Semua arus kas di masa mendatang didiskontokan kembali hingga ke saat ini, dengan menggunakan tarif diskonto yang mencerminkan nilai waktu uang.
3.      Internal Rate of Return (IRR)
Tarif suku bunga efektif yang menghasilkan NPV nol.

F.      Alasan perubahan sistem menjadi pemicu masalah perilaku
Faktornya:
-          Karakteristik dan latar belakang personal
Orang yang lebih muda dan berpendidikan lebih tinggi biasanya lebih mudah menerima perubahan
-          Cara perubahan diperkenalkan
Penolakan sering kali merupakan sebuah reaksi dari metode yang membentuk perubahan daripada reaksi atas perubahan itu sendiri.
-          Pengalaman dengan perubahan sebelumnya
Pegawai yang memiliki pengalaman buruk dengan perubahan sebelumnya akan lebih segan untuk bekerja sama ketika terjadi perubahan sistem.
-          Dukungan dari pihak manajemen puncak
Pegawai yang merasa kurangnya dukungan dari pihak manajemen puncak aas perubahan akan bertanya-tanya mengapa mereka harus menerima perubahan tersebut.
-          Komunikasi
Kurangnya komunikasi serta sosialisasi kepada para pegawai.
-          Bias dan penolakan alami atas perubahan
Orang yang memiliki hubungan emosional atas tugas mereka atau dengan rekan kerja mereka mungkin tidak ingin berubah jika elemen-elemen tersebut terkena pengaruh.
-          Sifat merusak proses perubahan
Permintaan atas informasi dan untuk wawancara akan mengganggu dan memberikan beban tambahan ke orang-orang.
-          Ketakutan
Banyak orang merasa takut atas sesuatu yang tidak diketahui dan atas ketidakpastian yang menyertai perubahan.

G.     Langkah-langkah penting dalam analisis sistem
-          Infestigasi awal
Dilakukan untuk memilih proyek dengan gambaran jelas tentang masalah dan kebutuhan yang ada, sifat dari masalah yang dipelajari harus ditetapkan.
-          Survei sistem
Tujuannya untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh, menilaian awal atas kebutuhan pemrosesan saat ini dan di masa mendatang,mengembangkan hubungan kerja dengan para memakai dan membangun dukungan untuk SIA, mengumpulkan data yang dapat mengidentifikasi kebutuhan pemakai.
-          Studi kelayakan
Analisis kelayakan seperti kelayakan ekonomis diperbaharui sewaktu proyek berjalan dam biaya serta manfaat menjadi lebih jelas.
-          Kebutuhan informasi dan persyaratan sistem
Perusahaan mengidentifikasi kebutuhan informasi para pemakai SIA dan mendokumentasikan prasyaratan sistem.
-          Laporan analisis sistem
Ringkasan dan dokumentasi aktivitas analisis dan berperan sebagai penampung data yang merupakan sumber gambaran bagi para pendesain sistem.






BAB 17
Strategi Pengembangan SIA
Tujuan Makalah:
1.      Menjelaskan bagaimana cara organisasi membeli software aplikasi, mendapatkan layanan dari vendor, dan membeli hardware
2.      Menjelaskan bagaimana departemen sistem informasi mengembangkan software umum
3.      Menjelaskan bagaimana pemakai akhir mengembangkan, menggunakan, dan mengendalikan sistem informasi berbasis komputer
4.      Menjelaskan bagaimana organisasi melakukan outsourcing untuk sistem informasi mereka, serta mengevaluasi manfaat dan risiko dari strategi ini
5.      Menjelaskan prinsip-prinsip dan berbagai tantangan atas rekayasa teknis proses bisnis
6.      Menjelaskan bagaimana prototipe digunakan untuk mengembangkan SIA, dan membahas keuntungan serta kerugian propotipe untuk mengembangkan SIA
7.      Menjelaskan apa yang dimaksud dengan computer-aided software engineering dan bagaimana penggunaan dalam pengembangan sistem

Pembahasan

A.     Pembelian software dan SDLC
-          Analisis sistem
Perusahaan harus melakukan penyelidikan awal, survei sistem, survei kelayakan, dan menetapkan persyaratan SIA.
-          Desain konseptual sistem
Menetapkan apakah software yang memenuhi persyaratan SIA telah tersedia.
-          Desain fisik
Apabila software dibeli, beberapa tahap desain fisik, sepert pendesainan dan pengkodean program, dapat dihilangkan.
-          Implementasi dan perubahan
Perusahaan harus merencanakan implementasi dan perubahan aktivitas, memilih dan melatih personil, memasang dan menguji hardware serta software, mendokumentasikan prosedur, dan mengubah dari sistem yang lama ke SIA yang baru.
-          Operasi dan pemeliharaan
SIA dioperasikan seperti software lainnya, dan vendornya biasanya melakukan pemeliharaan atas software tersebut.
Memilih vendor
            Memutuskan untuk membuat atau membeli software dapat dilakukan secara terpisah dari keputusan untuk mendapatkan hardware, perbaikan, pemeliharaan, dan sumber daya SIA lainnya.
Mendapatkan Hardware dan Software, keuntungan:
- menghemat waktu
            Informasi yang sama diberikan ke semua vendor, meniadakan pengulangan tinjauan dan pertanyaan.
- menyederhanakan proses pengembalian keputusan
            Semua respon diberikan dalam format yang sama dan didasarkan pada informasi yang sama
- mengurangi kesalahan
            Peluang mengabaikan faktor-faktor yang penting akan berkurang.
- menghindarkan dari potesi ketidaksesuaian
            Kedua pihak memiliki perkiraan yang sama dan informasi yang terkait telah dicantumkan dalam bentuk tertulis.
B.     Departemen sistem informasi mengembangkan sistem
rekomendasi:
-          Memilih pengembang dengan hati-hati
Memiliki pengalaman dalam industri perusahaan,pengalaman baik atas bisnis secara umum.
-          Menandatangani kontrak
Menempatkan tanggungjawab untuk memenuhi persyaratan dari pengembang dan memungkinkan perusahaan menghentikan proyek jika kondisi-kondisi utama tidak dipenuhi
-          Rencanakan dan awasi setiap langkah
Proyek harus didesain secara terinci dan harus ada pemeriksaan untuk mengawasi proyek.
-          Menjaga komunikasi yang efektif
Hubungan antara perusahaan dan pengembang harus disebutkan secara menyeluruh.
-          Kendalikan semua biaya
Biaya harus dikendalikan dengan ketat dan arus kas harus diminimalkan hingga proyek tersebut telah selesai dan diterima.

C.     Pengembangan software oleh pemakai akhir
EUC (End-User Computing) adalah pengembangan, penggunaan, dan pengendalian aktivitas sistem informasi berbasis komputer oleh para pemakai. Bersama dengan bangkitnya PC yang murah dan banyaknya ragam software yang canggih dan murah, para pemakai mulai mengembangkan sistem mereka sendiri untuk membuat dan menyimpan data, mengakses serta mendownload data perusahaan, serta berbagai data dan sumber daya komputer dalam jaringan.
Penggunaan oleh pemakai akhir yang tepat
Perkembangan pemakai akhir (End-User Development – EUD) terjadi ketika para pemakai informasi, serta para manajer, akuntan, danauditor internal, mengembangkan aplikasi mereka sendiri dengan menggunakan spesialis komputer sebagai penasihat. Oleh karenanya, tidak digunakan untuk pemrosesan penggajian, piutang usaha dan utang usaha, buku besar, atau persediaan.
Mengendalikan dan mengelola end-user computing
            Memberikan petunjuk dan standar yang cukup agar dapat secara memadai mengendalikan sistem tetapi tetap memungkinkan pemakai mendapatkan fleksibilitas yang mereka butuhkan. Contohnya, helpdesk, kewajibannya memberikan bantuan 24 jam untuk membantu mengatasi masalah; bertindak sebagai penjelas informasi, koordinasi, dan pemberi bantuan; melatih para pemakai akhir tentang bagaimana menggunakan hardware atau software serta pemeliharaan yang memadai; mengevaluasi produk hardware dan software pemakai akhir yang baru; membantu mengembangkan aplikasi; mengendalikan data perusahaan.
D.     organisasi melakukan outsourcing
Manfaat outsourcing:
-          Sebuah solusi untuk bisnis
-          Penggunaan aset
-          Akses ke keahlian yang lebih besar dan teknologi yang lebih canggih
-          Biaya yang lebih rendah
-          Perbaikan waktu untuk pengembangan
-          Peniadaan kepadatan dan kejarangan penggunaan
-          Memfasilitasi pengencilan ukuran perusahaan
Risiko melakukan outsourcing
-            Ketidakfleksibilitasan
-            Kehilangan kendali
-            Pengurangan keunggulan kompetitif
-            Sistem paket
-            Tujuan yang tidak terpenuhi
-            Layanan yang kurang baik

E.      Rekayasa ulang proses bisnis
Prinsip-prinsip rekayasa ulang
-          mengatur hasil, bukan tugas
-          membuat pemakai output melakukan proses
-          membuat mereka yang menghasilkan informasi memproses informasi tersebut
-          memusatkan dan menyebarkan data
-          mengintegrasikan aktivitas paralel
-          memberdayakan para pekerja, menggunakan pengendalian internal, dan membuat struktur organisasi menjadi lebih datar
-          mengumpulkan data saat itu juga, di sumbernya
Tantangan yang dihadapi dalam usaha rekayasa ulang
            Agar dapat berhasil menyelsaikan proses rekayasa ulang, perusahaan harus menghadapi dan mengatasi tantangan berikut ini:
-          Tradisi
Proses bisnis yang tidak efisien yang sedang dalam proses rekayasa ulang, sering kali berdekade lamanya.
-          Penolakan
Perubahan, terutama perubahan yang radikal, selalu memenuhi banyak penolakan.
-          Persyaratan waktu
Proses rekayasa ulang memakan waktu lebih dari 2 tahun untuk dapat selesai
-          Biaya
Sesuatu hal yang sangat mahal untuk secara keseluruhan mempelajari dan mempertanyakan proses bisnis perusahaan agar dapat menemukan cara yang lebih cepat dan efisien untuk beroperasi.
-          Kurangnya dukungan pihak manajemen
Banyak yang takut akan sindrom “promosi besar-besaran, tapi sedikit hasilnya”.
-          Risiko
Dapat menjadi tindakan yang berisiko atas karir. Jika berhasil, mereka akan dilihat dengan dukungan penuh dari organisasi, jika tidak, mereka mungkin lebih baik mencari pekerjaan baru.
-          Skeptisisme
Hambatan dalam rekayasa ulang adalah bertahannya para penolak dan sinisme yang mengatakan bahwa rekayasa ulang tidak dapat dilakukan.
-          Pelatihan kembali
Rekayasa ulang secara dramatis mengubah cara pekerjaan dilakukan. Jadi, para pegawai harus dilatih kembali, yangmemakan waktu dan mahal.
-          Pengendalian
Pengendalian yang memastikan keadaan dan integritas sistem.

F.      Pembuatan prototipe
Pembuatan prototipe adalah pendekatan ke desain sistem yang mengembangkan model kerja yang disederhanakan dari sistem. Prototipe atau rancangan awal ini, dapat dengan cepat dan murah untuk dibangun dan diberikan pada para pemakai untuk diuji. Syarat asumsi untuk membuat prototipe adalah lebih mudah bagi orang-orang untuk menyatakan apa yang mereka sukai dan tidak sukai mengenai sebuah prototipe daripada membayangkan apa yang mereka inginkan atas sebuah sistem.
·         Keuntungan pembuatan prototipe
§  Pemahaman yang lebih baik atas kebutuhan pemakai
§  Keterlibatan dan kepuasan pemakai yang lebih besar
§  Waktu pengembangan yang lebih cepat
§  Lebih sedikit kesalahan
§  Lebih banyak peluang untuk perubahan
§  Lebih murah
·         Kelemahan pembuatan prototipe
o   Waktu pemakai yang signifikan
o   Kurang efisien dalam penggunaan sumber daya sistem
o   Pengembangan sistem yang tidak lengkap
o   Sistem didokumentasikan dan diuji secara tidak memadai
o   Reaksi perilaku yang negatif
o   Pengembangan tanpa akhir

G.     Computer-aided software engineering (CASE)
Digunakan untuk merencanakan, menganalisis, mendesain, memprogram, dan mempertahankan sistem informasi. CASE juga digunakan untuk memperkuat usaha manajer, pemakai, dan programer dalam memahami kebutuhan informasi.
·         Keuntungan teknoligi CASE
§  Perbaikan produktivitas
§  Perbaikan kualitas program
§  Penghematan biaya
§  Perbaikan prosedur pengendalian
§  Penyederhanaan dokumentasi
·         Kekurangan teknologi CASE
o   Tidak kompatibel
o   Biaya terlalu mahal
o   Harapan yang tidak terpenuhi
BAB 18
Desain, Implementasi, dan Operasi Sistem
Tujuan makalah:
1.      Menjelaskan proses disain konseptual sistem dan aktivitas dalam tahap ini
2.      Menjelaskan proses desain sistem fisik dan aktivitas dalam tahap ini
3.      Menjelaskan implementasi sistem dan proses perubahan serta aktivitas dalam tahap ini
4.      Menjelaskan operasi sistem dan proses pemeliharan serta aktivitas dalam tahap ini


Pembahasan

A.     Mengevaluasi berbagai alternatif desain
Perusahaan dapat membeli software dari penjual, meminta pegawai bagian sistem informasi pengembangan software tersebut, meminta orang-orang yang akan menggunakan sistem tersebut untuk mendesainnya, atau mengontrak perusahaan luar untuk mengembangkan dan mengelola sistem informasi tersebut. Perusahaan dapat mengubah, meningkatkan, atau mengganti software yang ada atau melakukan rekayasa ulang keseluruhanproses bisnisnya dan mengembangkan software untuk mendukung proses baru ini.

Menyiapkan spesifikasi desain
Mengembangkan spesifikasi desain konseptual untuk elemen berikut ini:
1.      Output
Memenuhi kebutuhan informasi para pemakai
2.      Penyimpanan data
Elemen data yang disimpan untuk memproduksi laporan penjualan, file atau database yang seharusnya digunakan, dan ukuran field yang mana yang tepat untuk bagian data tersebut.
3.      Input
Data penjualan mana yang harus dimasukkan, lokasi penjualan dan jumlahnya, dan dimana, kapan, serta bagaimana mengumpulkan data.
4.      Prosedur dan operasi pemrosesan
Mencakup bagaimana memproses input dan menyimpan data agar dapat menghasilka laporan penjualan, dan juga urutan proses yang dilakukan.

B.     Desain fisik sistem
            Desain fisik mengartikan persyaratan luas dan berorientasi pemakaian dari SIA desain konseptual, kendala spesifikasi terinci yang digunakan untuk pengkodean dan pengujian program komputer.

·         Desain output
Output masuk dalam 4 kategori yaitu :
Laporan terjadwal
Memiliki isi danformat yang telah ditentukan terlebih dahulu dan dibuat secara teratur.
Laporan analisis untuk tujuan khusus
Laporan ini dibuat sebagai respon atas permintaan pihak manajemen untuk mengevaluasi suatu masalah.
Laporan pengecualian khusus
Dibuat sebagai respons atas kondisi yang tidak biasa.
Laporan permintaan
Isi dan format yang ditentukan terlebih dahulu tetapi dibuat hanya berdasarkan permintaan.
·         Desain file dan database
Penting bahwa berbagai devisi dari sebuah perusahaan menyimpan data dalam format yang sesuai.
·         Desain Input
Tim desain mengidentivikasi berbagai jenis input data dan metode input optimal.
·         Desain formulir
Beberapa sistem informasi masih mengumpulkan dalam bentuk kertas dan kemudian memindahkan data tersebut ke komputer.
·         Desain program
·         Desain prosedur
·         Desain pengembalian
·         Desain fisik sistem

C.     Implementasi sistem
Proses pemasangan hardware dan software serta membuat SIA jadi dan dapat berjalan. Proses ini umumnya terjadi dari pengembangan rencana, pengembangan dan pengujian software, mempersiapkan lokasi, memasang danmenguji hardware, memilih dan melatih personel, mengembangkan dokumentasi, serta menguji sistem.

D.     Langkah akhir dalam SDLC adalah
 Mengopersikan dan mempertahankan sistem yangbaru. Peninjauan pascaimplementasi harus dilakukan pada SIA yang baru dipasangkan untuk memastikan bahwa sistem tersebut memenuhi tujuan yang direncanakan. Semua masalah yang ditemukan pada saat peninjauan harus diasampaikan ke pihak menejemen dan penyesuaian harus dilakukan.